Bimtek Website Desa “Membangun Citra Desa Berbasis SID”

Bimtek Website Desa “Membangun Citra Desa Berbasis SID”

brubuh.ngawikab.id – Selasa, 10 November 2020 bertempat di Rumah Makan Notosuman Ngawi dilaksanakan Bimbingan Teknis Website Desa untuk para operator website desa se-Kabupaten Ngawi. “Ini adalah tahun ketiga pelaksanaan Bimtek Website Desa, dan kami dari Dinas Diskominfo Kabupaten Ngawi merasa bangga dan terharu atas semakin berkembangnya website desa-desa di Kabupaten Ngawi,” ungkap Agus Dedi Irawan Kepala Bidang III Diskominfo Kabupaten Ngawi.

Teddy Ardianto Hendrawan, S.Sos. Wartawan Utama Dewan Pers dan Redaktur Pelaksana Harian Jatim, narasumber pada bimtek kali ini menyampaikan banyak hal tentang bagaimana membangun citra desa dalam membangun website yang dikelola desa. “Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis berita adalah akurasi fakta, ejaan yang konsisten, pemakaian tanda baca yang benar, dan tentu saja seorang penulis adalah seorang pembaca, jadi kuncinya menulis itu adalah banyak membaca bapak/ibu sekalian,” tuturnya.

Selain itu, sebagai seorang jurnalis yang bertanggung jawab atas materi tulisan, Teddy menyampaikan bahwa jurnalis harus mematuhi undang-undang pokok pers no. 40 tahun 1999. “Sesuai undang-undang pers, jurnalis mempublikasikan berita dengan syarat mematuhi kode etik; beritanya akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk; profesional; chek dan ricek; dan haram hukumnya menyajikan berita bohong,” ungkap Teddy.

Selama berlangsungnya Bimtek, peserta tampak antusias terlihat dari peran aktif peserta dalam sesi tanya jawab. Seperti yang ditanyakan oleh Suwarno (No thekle) dari Desa Dero Kecamatan Bringin, “Sebagai operator website, narasi yang disampaikan dalam berita harus bisa dipertanggungjawabkan. Terkadang kita sebagai operator takut sekaligus berhati-hati karena informasi yang ada di desa terkadang dipersepsikan berbeda oleh pembaca. Nah kita mohon arahannya agar kami mendapat perlindungan hukum mengingat Diskominfo pernah menyampaikan bahwa tulisan yang kami publikasikan diluar tanggung jawab Diskominfo dan menjadi tanggung jawab operator sepenuhnya.”

Pertanyaan lain dari peserta adalah terkait trik dan tips agar banyak pembaca tertartik dengan tulisan yang diposting di website. “Soal judul dan tulisan yang menarik ini bisa karena terbiasa, sering belajar dan menulis Pak. Kita bisa melihat judul-judul dari Google Trend, tulisan yang muncul biasanya mengandung kata-kata kunci yang menarik,” terang Teddy.

Selain acara Bimtek, Diskominfo Ngawi juga memberikan penghargaan kepada Pemenang Lomba Website Desa 2020. Pada tahun ini, desa-desa yang websitenya update dan aktif mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Ngawi. Desa-desa tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Juara 1, Desa Sumberbening Kecamatan Bringin
  2. Juara 2, Desa Dero Kecamatan Bringin
  3. Juara 3, Desa Sambiroto Kecamatan Padas
  4. Kategori Inovatif, Desa Kedungprahu Kecamatan Padas
  5. Kategori Informatif, Desa Watualang Kecamatan Ngawi
  6. Kategori Inspiratif, Desa Brangol Kecamatan Karangjati

Share and Enjoy !

Shares
Bimbingan Teknis Pengurus BUMDESA Se-Kabupaten Ngawi diselenggarakan di Kayangan

Bimbingan Teknis Pengurus BUMDESA Se-Kabupaten Ngawi diselenggarakan di Kayangan

brubuh.ngawikab.id – Sebanyak 30 Bumdesa yang berasal dari 16 Kecamatan di Kabupaten Ngawi tampak antusias mengikuti bimbingan teknis pengurus bumdesa yang diselenggarakan di Kayangan selama dua hari, yakni pada hari Selasa-Rabu tanggal 2-3 November 2020. Acara yang diselenggarakan oleh DPMD Kabupaten Ngawi ini bertujuan sebagai salah satu upaya peningkatan kapasitas pengelola Bumdesa tentang managemen Bumdesa. Melalui pengembangan Bumdesa diharapkan Pendapatan Asli Desa dan Kesejahteraan Masyarakat Desa bisa meningkat.

DPMD Kabupaten Ngawi mendatangkan narasumber dari Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta yang merupakan sebuah lembaga independen dan non partisan berbasis pada komunitas akademik. “Tahun 2020 adalah tahun ke-3 DPMD berkerjasama dengan IRE Jogja dalam rangka pengembangan kapasitas pengelola Bumdesa. Kegiatan tahun ini cukup istimewa karena tim IRE langsung datang ke Ngawi dikarenakan situasi pandemi Covid-19, biasanya kami mengirim pengelola Bumdesa ke Jogjakarta,” ungkap Pak Warso DPMD Kabupaten Ngawi.

Selama dua hari kegiatan para pengelola Bumdesa diberi materi dan wawasan yang dapat membantu mereka dalam pengelolaan dan pengembangan Bumdesa masing-masing. Materi yang disampaikan mulai dari materi bisnis model kanvas, kajian aset dan potensi desa yang disampaikan oleh Sukasmanto, SE.M.Si (Peneliti IRE dan Dosen Universitas Mahakarya Asia); materi kelayakan usaha dan pengelolaan keuangan Bumdesa hingga praktik aplikasi keuangan Bumdesa yang disampaikan oleh Mulyanti Eka Wahyuni.



Share and Enjoy !

Shares
FGD Proyek KPBU Kawasan Agrowisata Ngrambe

FGD Proyek KPBU Kawasan Agrowisata Ngrambe

brubuh.ngawikab.id – Bertempat di Kurnia Convention Hall Ngawi, Focus Group Discussion atau FGD terkait perencanaan pembangunan Agro Techno Park (ATP) Ngrambe dilaksanakan dengan peserta dari berbagai lintas sektor. Hadir para peserta dari Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa, Bappeda, para pelaku wisata (desa wisata), hingga petani dan pelaku UMKM.

Dalam acara tersebut, disampaikan bagaimana konsep arsitektur dan fasilitas yang akan dibangun di kawasan ATP. Konsep utama yang diusung adalah vertical garden atau vertical farming, mengingat ATP akan dijadikan sebagai pusat pembelajaran dan wisata pertanian. Namun demikian, FGD ini diadakan untuk menjaring aspirasi dari berbagai pihak agar tidak terjadi disintegrasi dengan kawasan pertanian, wisata maupun pembangunan di wilayah sekitar ATP.

Proyek yang digadang-gadang akan dilaksanakan pada tahun 2021 ini merupakan program pemerintah pusat dalam rangka memajukan pembangunan daerah dan menggali potensinya. Ngawi sendiri sebagai daerah pertanian sangat cocok dengan konsep pengembangan pertanian modern. Oleh karena itu, semoga program ini berna-benar terwujud sehingga bisa membawa banyak manfaat dan kemajuan bagi Kabupaten Ngawi.

Share and Enjoy !

Shares

Hari Batik dan Dian Oerip, Pelestari Wastra Nusantara

brubuh.ngawikab.id – Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Namun banyak yang tidak tahu tentang wastra nusantara atau kain tradisional nusantara selain batik. Batik hanyalah salah satu dari wastra nusantara yang sangat kaya. Wastra atau kain tradisional nusantara adalah peninggalan leluhur yang merupakan kekayaan budaya Indonesia. Sayangnya, banyak wastra yang punah karena kehilangan penerusnya.

Namun demikian, Ngawi perlu berbangga karena mempunyai Dian Oerip, seorang desainer sekaligus pelestari wastra di Indonesia. Dian yang mempunyai outlet di Ngawi dan mendirikan museum wastra nusantara ini mengaku memang jatuh cinta dengan kain nusantara karena motif dan filosofi kainnya. Selain itu teknik pewarna alam yang kaya semakin membuatnya kagum. “Jadi bayangin aja selain kaya motif, kita juga kaya warna alam karena letak geografis Indonesia yang khas dan di negara lain tidak ada yang punya itu”, ujar Dian.

Dalam wawancarnya di MetroTV News pada 20 Oktober 2020, Dian mengaku pertama kali mengoleksi wastra nusantara adalah sejak tahun 2016. Ketika semakin mengeksplore kain nusantara, dian semakin jatuh cinta dan memantapkan dirinya untuk terjun mengembangkan wastra nusantara yang dia cintai. Menurutnya, batik adalah wastra yang awal-awal dia eksplor karena dia tinggal di Jawa dan batik mudah diperoleh. Kemudian dia keluar pulau dari o kilometer hingga timor leste. Batik bagi Dian Oerip bermakna sangat dalam. “Para pembatik membuatnya dari rasa terdalam, jadi sesungguhnya mereka sedang membatik kehidupan”, ujarnya.

https://www.metrotvnews.com/play/kBVCRa3J-perjalanan-dian-oerip-membawa-wastra-ke-panggung-dunia

Share and Enjoy !

Shares
Dispenduk Kabupaten Ngawi Adakan Solialisasi Peningkatan Kualitas Layanan Administrasi Kependudukan

Dispenduk Kabupaten Ngawi Adakan Solialisasi Peningkatan Kualitas Layanan Administrasi Kependudukan

Kamis, 30 Juli 2020 berlokasi di Kurnia Convention Hall Ngawi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngawi mengadakan Sosialisasi Pelayanan Administrasi Kependudukan.

Dalam acara ini, Desa Brubuh yang diwaliki oleh Sekretaris Desa Shinta Candra Dewi ikut menjadi peserta sosialisasi. “Pada intinya, sosialisasi ini menginformasikan bahwa proses pelayanan adminduk semakin dipermudah melalui daring dan tanpa dipungut biaya sehingga prosesnya menjadi lebih cepat atau tidak berbelit-belit,” ungkap Shinta.

Dispenduk menyampaikan bahwa sesuai peraturan perundang-undangan baru yang termuat dalam Permendagri 109/2019 tentang formulir dan buku yang digunakan dalam administrasi kependudukan, pemerintah berusaha memangkas proses dalam mengurus adminduk namun tetap aman. Untuk mempermudah masyarakat, selain memangkas surat pengantar yang dirasa tidak perlu, dispenduk juga bekerja sama dengan Kantor Pos Indonesia untuk pengiriman dokumen ke rumah penduduk.

Share and Enjoy !

Shares
KKN-PPM UGM: Mengabdi di Tengah Pandemi

KKN-PPM UGM: Mengabdi di Tengah Pandemi

KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2020 telah secara resmi dimulai setelah dilakukan Upacara Peluncuran KKN-PPM secara daring oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, Senin (29/06/2020).        

Kegiatan KKN-PPM UGM di tahun ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tengah masa pandemi Covid-19, kegiatan KKN-PPM dilaksanakan secara daring, hal ini dilakukan untuk memenuhi standar protokol kesehatan yang diterapkan pada masa pandemi.

Kegiatan KKN-PPM UGM ini akan berlangsung mulai dari tanggal 29 Juni-18 Agustus 2020. Dari ribuan mahasiswa yang diterjunkan UGM ke seluruh penjuru negeri, UGM menempatkan 1 unit tim KKN-PPM (25 mahasiswa) untuk melaksanakan kegiatan KKN-PPM di Desa Brubuh dan Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Kegiatan KKN-PPM UGM di Jogorogo khususnya di Desa Brubuh disambut baik oleh pemerintah desa dan masyarakat. Melalui Sekdes Desa Brubuh, Shinta Candra Dewi, pemerintah Desa Brubuh berharap KKN-PPM UGM kali ini bisa berjalan lancar dan pemerintah desa juga siap untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik untuk mewujudkan program-program KKN-PPM yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Shinta berharap program KKN-PPM UGM di Jogorogo ini akan menjadi program jangka panjang, sehingga program yang akan dilaksanakan bisa bersifat long term dan sustainable. Shinta juga berpesan, “Dalam pelaksanaan KKN-PPM secara daring di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, program KKN-PPM yang akan dilaksanakan dapat lebih difokuskan pada beberapa program prioritas sehingga nantinya program yang dilaksanakan bisa lebih optimal dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung.“

Tema yang diangkat untuk kegiatan KKN-PPM UGM di Kecamatan Jogorogo adalah “Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 guna Mendukung Eco-Tourism serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kecamatan Jogorogo, Ngawi” dengan DPL Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. (Fakultas Kehutanan) dan Koordinator Wilayah Dr. Moh. Masrukhi, M.Hum. (Fakultas Ilmu Budaya).

Melalui tema ini, kegiatan KKN-PPM UGM diharapkan bisa membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam memberdayakan dan mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Jogorogo, seperti wisata Kayangan dan Srambang Park.

DPL Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. memaparkan, “Keberhasilan KKN-PPM UGM dalam memelopori Desa Wisata Hijau Girikerto (DeWiGiri) di Kecamatan Sine perlu ditiru dan dikembangkan lebih baik lagi di Kecamatan Jogorogo. Salah satu kuncinya adalah merangkul semua pihak dan menemukenali penggerak-penggerak di tingkat lokal.

Dengan demikian, wilayah Kendal-Sine-Ngrambe-Jogorogo (KENEBEJO) yang memeluk lereng utara Gunung Lawu akan semakin lestari keanekaragaman hayatinya dan semakin sejahtera masyarakatnya,” tutup Atus. (Hilal Noor Ubaidillah)

Share and Enjoy !

Shares