Info Terkini Sebaran Covid-19 di Jawa Timur

Info Terkini Sebaran Covid-19 di Jawa Timur

brubuh.ngawikab.id – Peta Sebaran Covid-19 di Jawa Timur per Minggu, 11 April 2021 masih menunjukkan penambahan kasus positif. Sebanyak +249 kasus baru positif telah terkonfirmasi.

Namun demikian, jumlah pasien sembuh juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, yakni sekitar + 264 orang pasien telah dinyatakan sembuh. Sementara itu, meskipun secara jumlah berkurang, sebanyak +22 orang pasien meninggal dunia karena Covid-19.

Tetap jaga protokol kesehatan dan segera cek kesehatan jika mengalami gejala Covid-19 lur ~

Share and Enjoy !

Shares

Hari Batik dan Dian Oerip, Pelestari Wastra Nusantara

brubuh.ngawikab.id – Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Namun banyak yang tidak tahu tentang wastra nusantara atau kain tradisional nusantara selain batik. Batik hanyalah salah satu dari wastra nusantara yang sangat kaya. Wastra atau kain tradisional nusantara adalah peninggalan leluhur yang merupakan kekayaan budaya Indonesia. Sayangnya, banyak wastra yang punah karena kehilangan penerusnya.

Namun demikian, Ngawi perlu berbangga karena mempunyai Dian Oerip, seorang desainer sekaligus pelestari wastra di Indonesia. Dian yang mempunyai outlet di Ngawi dan mendirikan museum wastra nusantara ini mengaku memang jatuh cinta dengan kain nusantara karena motif dan filosofi kainnya. Selain itu teknik pewarna alam yang kaya semakin membuatnya kagum. “Jadi bayangin aja selain kaya motif, kita juga kaya warna alam karena letak geografis Indonesia yang khas dan di negara lain tidak ada yang punya itu”, ujar Dian.

Dalam wawancarnya di MetroTV News pada 20 Oktober 2020, Dian mengaku pertama kali mengoleksi wastra nusantara adalah sejak tahun 2016. Ketika semakin mengeksplore kain nusantara, dian semakin jatuh cinta dan memantapkan dirinya untuk terjun mengembangkan wastra nusantara yang dia cintai. Menurutnya, batik adalah wastra yang awal-awal dia eksplor karena dia tinggal di Jawa dan batik mudah diperoleh. Kemudian dia keluar pulau dari o kilometer hingga timor leste. Batik bagi Dian Oerip bermakna sangat dalam. “Para pembatik membuatnya dari rasa terdalam, jadi sesungguhnya mereka sedang membatik kehidupan”, ujarnya.

https://www.metrotvnews.com/play/kBVCRa3J-perjalanan-dian-oerip-membawa-wastra-ke-panggung-dunia

Share and Enjoy !

Shares
KKN-PPM UGM: Mengabdi di Tengah Pandemi

KKN-PPM UGM: Mengabdi di Tengah Pandemi

KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2020 telah secara resmi dimulai setelah dilakukan Upacara Peluncuran KKN-PPM secara daring oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, Senin (29/06/2020).        

Kegiatan KKN-PPM UGM di tahun ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tengah masa pandemi Covid-19, kegiatan KKN-PPM dilaksanakan secara daring, hal ini dilakukan untuk memenuhi standar protokol kesehatan yang diterapkan pada masa pandemi.

Kegiatan KKN-PPM UGM ini akan berlangsung mulai dari tanggal 29 Juni-18 Agustus 2020. Dari ribuan mahasiswa yang diterjunkan UGM ke seluruh penjuru negeri, UGM menempatkan 1 unit tim KKN-PPM (25 mahasiswa) untuk melaksanakan kegiatan KKN-PPM di Desa Brubuh dan Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Kegiatan KKN-PPM UGM di Jogorogo khususnya di Desa Brubuh disambut baik oleh pemerintah desa dan masyarakat. Melalui Sekdes Desa Brubuh, Shinta Candra Dewi, pemerintah Desa Brubuh berharap KKN-PPM UGM kali ini bisa berjalan lancar dan pemerintah desa juga siap untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik untuk mewujudkan program-program KKN-PPM yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Shinta berharap program KKN-PPM UGM di Jogorogo ini akan menjadi program jangka panjang, sehingga program yang akan dilaksanakan bisa bersifat long term dan sustainable. Shinta juga berpesan, “Dalam pelaksanaan KKN-PPM secara daring di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, program KKN-PPM yang akan dilaksanakan dapat lebih difokuskan pada beberapa program prioritas sehingga nantinya program yang dilaksanakan bisa lebih optimal dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung.“

Tema yang diangkat untuk kegiatan KKN-PPM UGM di Kecamatan Jogorogo adalah “Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 guna Mendukung Eco-Tourism serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kecamatan Jogorogo, Ngawi” dengan DPL Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. (Fakultas Kehutanan) dan Koordinator Wilayah Dr. Moh. Masrukhi, M.Hum. (Fakultas Ilmu Budaya).

Melalui tema ini, kegiatan KKN-PPM UGM diharapkan bisa membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam memberdayakan dan mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Jogorogo, seperti wisata Kayangan dan Srambang Park.

DPL Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. memaparkan, “Keberhasilan KKN-PPM UGM dalam memelopori Desa Wisata Hijau Girikerto (DeWiGiri) di Kecamatan Sine perlu ditiru dan dikembangkan lebih baik lagi di Kecamatan Jogorogo. Salah satu kuncinya adalah merangkul semua pihak dan menemukenali penggerak-penggerak di tingkat lokal.

Dengan demikian, wilayah Kendal-Sine-Ngrambe-Jogorogo (KENEBEJO) yang memeluk lereng utara Gunung Lawu akan semakin lestari keanekaragaman hayatinya dan semakin sejahtera masyarakatnya,” tutup Atus. (Hilal Noor Ubaidillah)

Share and Enjoy !

Shares
Tahun 2020 Jawa Timur Bebas Desa Tertinggal

Tahun 2020 Jawa Timur Bebas Desa Tertinggal

Tahun depan diharapkan tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal dan sangat tertinggal di Jawa Timur. Target tersebut seiring dengan dilaksanakannya program dana desa yang tahun ini dikucurkan sebesar Rp 7,754 triliun dari APBN untuk 7.724 desa di seluruh Jawa Timur. Jumlah desa dengan status tertinggal di Jawa Timur pada 2019 sebanyak 363 desa, sementara desa sangat tertinggal hanya ada 2 desa.

“Dibanding 2018, jumlahnya banyak mengalami penurunan. Saat itu, jumlah desa sangat tertinggal ada 90 desa, dan desa tertinggal ada 1.570 desa. Ini berkat kerja keras para pendamping desa,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin, Senin (25/11/2019).

Di sisi lain, jumlah desa berkembang sesuai surat keputusan (SK) Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Nomor 201 Tahun 2019, jumlahnya naik, dari 5.006 pada 2018, menjadi 5.355 desa pada 2019. Desa maju dari 989 pada 2018, menjadi 1.838 pada 2019. Sementara, desa mandiri dari 69 desa pada 2018, menjadi 166 desa pada 2019.

Dari 363 desa dengan status tertinggal, 100 di antaranya ada di Kabupaten Sumenep, 42 desa di Kabupaten Lamongan, dan 39 desa di Kabupaten Pasuruan. Sisanya tersebar di 18 kabupaten di Jawa Timur.

Yasin mengatakan, alokasi dana desa tidak selalu digunakan untuk pembangunan infrastruktur. “Namun, juga untuk kegiatan pencegahan stunting yang saat ini angkanya di Jawa Timur mencapai 32,81 persen,” terang dia.

Selain itu juga untuk optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), pengembangan UMKM, dan pengembangan produk lokal unggulan desa melalui konsep petik, olah, kemas, dan jual.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tahun Depan, Jawa Timur Ditargetkan Bebas Desa Tertinggal”, https://regional.kompas.com/read/2019/11/25/20404041/tahun-depan-jawa-timur-ditargetkan-bebas-desa-tertinggal.

Share and Enjoy !

Shares
Diklaim Membaik, Pemerintah Targetkan Penyerapan Dana Desa di Atas 98 Persen

Diklaim Membaik, Pemerintah Targetkan Penyerapan Dana Desa di Atas 98 Persen

Penyerapan Dana Desa

TANGERANG, (PR).- Penyerapan dana desa diklaim membaik selama empat tahun terakhir. Pada akhir tahun ini, pemerintah menargetkan penyerapan dana desa di atas 98 persen.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, pada awal pengucuran dana desa di 2015 lalu, penyerapannya hanya 82 persen dari alokasi dana Rp 20,67 triliun. Namun setelah Kemendes mengadakan pendamping dana desa bekerja sama dengan beberapa instansi, seperti Kemendagri, Kemenkeu, polisi, kejaksaan BPKP dan BPK, penyerapan dana desa mengalami peningkatan.

Pada 2016, dana yang diserap adalah 97 persen. Tahun 2017 dana yang diserap 98 persen dan pada tahun ini, pemerintah menargetkan penyerapan bisa lebih dari 99 persen.

“Pelaksanaan program dana desa bukan tanpa tantangan. Awalnya kepala dan perangkat desa belum punya pengalaman mengelola keuangan negara, belum punya peralatan lengkap untuk mengelola keuangan negara,” kata Eko ketika membuka Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2019, serta Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten di Lapangan Kecamatan Pagedangan, Kota Tangerang, Minggu 4 November 2018.

Ia pun mengklaim pengucuran dana itu juga telah menurunkan angka kemiskinan desa, stunting dan pengangguran terbuka. Terkait penurunan kemiskinan, ada penurunan pada tahun ini dibanding tahun lalu.

Angka kemiskinan secara nasional saat ini bisa ditekan sebanyak 1,82 juta orang. Angka tersebut lebih banyak disumbangkan oleh desa, yakni sebanyak 1,29 juta orang.

Sementara penurunan di kota hanya 580 ribu orang. Untuk stunting, ia mengatakan telah terjadi penurunan dari tahun lalu sebesar 37 persen menjadi 30 persen di tahun ini.

Selain itu, GDP per kapita di desa naik hampir 50 persen dari 573 ribu per bulan per orang pada tahun lalu, menjadi 804 ribu per bulan per orang pada tahun ini.

“Dengan hampir tercukupinya infrastruktur dasar di desa, maka prioritas penggunaan dana desa akan lebih diarahkan ke pemberdayaan dan ekonomi desa. Diharapkan ini akan mempersiapkan desa menjadi lebih mandiri,” tuturnya.

Pemberdayaan ekonomi desa
Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, sejak dana desa dikucurkan, jalan desa yang telah terbangun sepanjang 95 ribu kilometer, kemudian ada 914 jembatan yang dibangun, lalu 22 ribu pembangunan akses air dan PAUD sebanyak 14 ribu unit.

Dia menyebut pembangunan infrastruktur di desa melalui dana desa itu tidak lepas dari peran pendamping desa. “Mari kita bersama-sama pendamping desa supaya dana desa ini tepat sasaran,” tutur Jokowi.

Tujuan pengucuran dana desa, tambah Jokowi, kini tidak hanya sebatas infrastruktur, tapi akan digeser ke pemberdayaan ekonomi desa dan inovasi desa. “Ini yang namanya dana desa negara lain mulai tiru kita. World Bank katakan banyak negara tiru dana desa. Banyak sekali ingin lihat cara transfer penggunaannya seperti apa,” katanya.

Ia kemudian menekankan supaya desa jeli memanfaatkan potensi pasar. Hal itu bertujuan agar warga desa bisa produktif dan hasil produksinya terserap di pasar.

Share and Enjoy !

Shares